Skip to main content

Berbagi Cerita saat Ambil Uang Western Union (WU)

Sebelum cerita mengenai Western Union nih, kamu bisa ceki-ceki apa itu Western Union yang biasa kita sebut dengan WU ini, ceki aja langsung ke web-nya Western Union ini ya. WU ini termasuk sistem canggih yang bisa mempermudah kita untuk dapat mengirim dan menerima uang dalam hitungan menit. Cukup isi formulir dengan kasih identitas lengkap (gak lengkap banget sih cuma nama, alamat dan no HP), nomor MTCN trus tanda tangan, jangan lupa juga identitas asli plus fotokopiannya, kamu bisa langsung cairin uangnya. Tadaaa!! =D

NOTE THIS! Nggak bisa diwakilin ya. Kalo kamu yang dapat, ya kamu yang ambil bukan utusan, orang lain atau robot canggih yang bisa kamu suruh buat ambil.

Seperti biasa nih, saya pengen berbagi pengalaman saat ambil uang WU ini. Pasti sudah banyak yang tahu sekaligus pernah ambil uang di WU. Beberapa bulan ini, saya rajin dapet kiriman uang dari luar negeri tepatnya Irlandia. Kerjasama ma temen, kerjanya coret2. Coret2 apaan yak? Ini nggak penting. Nggak usah dibahas, bahas nanti kita masak apa buat buka puasa aja yah...hehe.

Oke jadi gini, WU ini bisa kamu ambil di beberapa tempat yang ada logonya WESTERN UNION. Jangan berani2nya masuk ke kantor tanpa tanya petugasnya terlebih dahulu dan tanpa ada tanda WU ini, yang ada kamu bakalan malu en buang waktu, hehe.

Saya mau kasih pengalaman aja nih saat ambil uang WU di 3 tempat yakni Indomaret, Kantor Pos dan Bank. Diketiga tempat tersebut, saya memang sengaja pengen ngerasain gimana ambil uang WU di tempat-tempat yang berbeda. Biar nggak penasaran en buat pengalaman.

INDOMARET
Tempat pertama yang saya datengin nih Indomaret karena yang paling dekat dengan rumah. Tepatnya di dalam Perumahan, pas banget ada didekat gerbang pintu utama. Nggak usah kaget kok ada Indomaret dalam perumahan kaya temenku yang unyu-unyu pas singgah main ke rumah, hihi. Ya iya lah ini perumahan sudah berusia 11 tahun, lha saya masih kanak-kanak itu. Kagak tahu deh ceritanya bagemana. Seperti kita tahu ya, Indomaret, mini market yang merakyat karena pasti di setiap-setiap daerah pasti ada nih Indomaret. Sangat membantu.

Pengambilan uang di Indomaret lumayan enak cuma sayangnya kita harus ambilnya malem-malem jam 9 p.m lagi, sejam sebelum toko tutup, soalnya Indomaret belum ada uang sejumlah yang kita minta. Kalo malem kan uang sudah terkumpul banyak dari para pembeli. Syaratnya mudah banget cukup lampirin fotokopian KTP en tunjukin KTP asli, isi formulir uang cair. Tapi ingat nih ya, nggak semua Indomaret bisa ambil WU, cuma Indomaret-Indomaret yang ditunjuk aja yang bisa ambil WU.

Tapi pernah nih, kali kedua saya mau ambil di Indomaret yang sama. Ternyata sistem error berkali-kali sampai saya harus bolak balik buat mastiin kalo sistemnya lancar lagi. Alesannya Indomaret katanya sih programnya baru nggak kaya kemarin. Okelah kalo begitu, akhirnya saya pindah ke kantor lain. Yakni Kantor Pos.

KANTOR POS
Pertama kali dateng di kantor pos ini, saya udah disugguhin dengan pegawai muda yang bahasa dialeknya kentel banget dengan gaya bahasa orang XXX (waktu nulis error jadi XXX semua.. disamarkan..).
Saya : "Siang mas, mau ambil WU bisa?"
Petugas : "Bisa, ambil atau kirim?"
Saya : "Ambil mas (bengong sambil ngomong dalam hati, perasaan dah bilang ambil deh)"
Petugas: "Darimana?"
Saya : "Ireland mas."
Petugas: "Ireland? mana itu?".
Saya : "Irlandia kali ya mas (sobek-sobek kertas)"
Petugas: "Ada KTP?"
Saya : "Ada mas".
Petugas: "Difotokopi".
Saya : "Ada ini mas".
Petugas: "KTP mana?".
Saya : "KTP Jawa Tengah. Stay disini mas".
Petugas: "Ada SIM C?".
Saya : "Ada mas".
Petugas: "Fotokopi?"
Saya : "Belum ada"
Petugas: "Fotokopi semua. KTP luar daerah, peraturan baru harus ada fotokopian KTP dan SIM".
Saya : "Oh gitu ya. Okey! (pasang wajah cantik sambil gigit meja kayu)

Tanpa seribu langkah, itu mas-mas langsung hadap komputer lagi. Haloo saya masih di hadapanmu inih. Cakep-cakep sadis.

Oke deh, saya bergegas cari fotokopian. Dekat kantor pos adam tapi rusak. Jauh ada 3 km saya naik motor lagi buat fotokopi. Uhh panas-panas sambil gendong dua anak pula. Kasiannya saya.

Done fotokopi SIM, saya langsung pilih petugas satunya aja yang sama-sama muda, cowo juga tapi nggak segitunya. Langsung saya dilayani dengan ramah. Cuma kasih fotokopian KTP, Fc SIM juga lalu isi formulir. Uang cair seketika. Yippii... Siang-siang panas, tapi Alhamdulillah great day juga, dapur ngebul daah. Alhamdulillah. Ayuukk pasukan neon, mamah gendong lagi, Let's go home!

BANK
Okey yang ketiga adalah Bank. Baru tadi siang, saya ambil WU di Bank. Nyobain dekat stasiun, ada logo WU di bawah plang Bank BJB, jaraknya lebih dekat dari kantor Pos.

Waktu pertama sih ketemu ma satpamnya.Saya nanya mau ambil WU. Satpamnya bilang, bisa. tapi kalo dari pengirimnya, ngirim lewat kantor pos nggak bisa bu tapi saya disuruh masuk saja, untuk meyakinkan WU  ini bisa nggak diambil disitu. Alhamdulillah bisa.

Cukup berbelit juga ya ambil uang WU di Bank, soalnya nggak semudah dua tempat diatas yang saya ceritain. Jadi kalo kita mau ambil uang WU di bank nih, harus membayar biaya materai Rp. 6000,- dari jumlah kiriman (intinya diatas 1 juta pakai materai). Cuma fotokopiannya cukup fotokopi KTP aja sih. Trus isi formulirnya, cuma dari mana pengirimnya misal si Fulan, trus alamat diisi alamat domisili bukan alamat KTP. Katanya sih ada form baru untuk WU jadi ada kolom untuk alamat KTP dan alamat tinggal tapi belum jadi, jadi sementara isi dengan alamat domisili. Dan yang paling beda diantara diatas nih, pas saya kasih no MNTC ini, pihak bank agak sedikit "kepo" alias ingin tahu detail pengiriman uang dari siapa, jumlahnya dan nanyain dapet uang dari si fulan karena apa. Mungkin tujuannya bahwa yang identitas itu memang benar saya dan bukan orang lain yang sedang menyamar kali ya. Ahh sepertinya begitu, hehe.

Finally, many thanks for Papah, Papah's friend, WU, Indomaret, Kantor Pos dan bank BJB yang udah mau melayani saya sebagai nasabah setia WU. Love papah, Al, en Quin so much (tambah-tambah ya biar mesra hehe)

Semoga membantu ya! Oh iya, buat yang mau kirim uang ke saya, bisa kontak saya ya, dengan senang hati, aseek. hehe. I'll see you soon!=D 




Comments

  1. wis keren juga pengalamanx... ane belom sama skali nari uang di wu. hmmm apa bisa narek uang di wu tapi tidak pux KTP, punya SIM doank???

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pertolongan Pertama Mengatasi Anus Bayi Merah

Jangan anggap remeh iritasi merah pada anus bayi karena dapat menimbulkan rasa pedih, nyeri dan gatal pada anak yang kita tidak rasakan. Dua hari yang lalu, anak saya AL (2 tahun) mengeluh kesakitan saat saya bersihkan dg air bersih sesaat setelah buang air besar, “atitt mamaahh”. Lalu saya lihat “mana yang sakit mas?” Cukup kaget melihat ada iritasi merah pada anusnya.
Akhirnya saya minta tolong papahnya untuk membelikan baby oil. Iya baby oil yang bunda-bunda biasa pakai untuk dioleskan di lekukan-lekukan pada bayi atau untuk memijatnya. Dikarenakan dulu saat AL masih bayi, anusnya pernah merah juga. Ternyata memang baby oil ini sangat ampuh untuk menghilangkan iritasi merah pada bayi maupun balita kita. Ini sebagai pertolongan pertama sebelum ke Dokter karena dulu pengalaman saat Al msh bayi juga mengalami hal seperti ini.
Jadi jangan langsung memakai obat-obatan yang ga jelas yah bunda karena sifat kulit bayi dan balita kita masih polos dan rentan. Jika dengan baby oil yang saya …

Review Cream SARI Whitening

Actually, kulitku berwarna coklat sawo matang. Nggak tahu kalau sawo mentah bagaimana. Yang pasti kalau sedang mengisi identitas pasti tulisannya pilihannya ya sawo matang, putih, hitam atau apalah yang lainnya.

Bersyukur dengan segala yang diberikan Allah SWT dengan warna kulit ini, dengan keadaanku sekarang, semuanya. Alhamdulillah wa syukurillah. Jika melihat judul dari artikel ini pasti kalian akan mengira bahwa ah katanya bersyukur kok nge-review cream whitening, berarti ingin putih dong. Nggak mensyukuri tuh. Eits, jangan salah, dengan ini juga salah satu bentuk menjaga kesyukuran (*ngeles). Sebenarnya dari awal nggak tertarik dengan memutihkan atau yang lainnya.Akan tetapi saya sadar kini telah bersuami dan memiliki anak yang lucu-lucu. makin lama makin tua, pasti kualitas kulit kita akan berkerut dengan sendirinya. Paling tidak saya menjaga kebersihan dengan membuat kulit tetap cerah dan terjaga. Itupun untuk menyenangkan suami (*pasti dibilang ngeles lagi) eh ini penulisnya …

Review Bedak Saripohatji Herbal Nan Alami

Wajah putih, mulus dan bebas jerawat. Siapa sih yang nggak mau? Cowo aja mau apalagi cewe. Tapi ya nggak wajahnya aja yang putih kali ya tapi badannya berkulit hitam. Kayak jenang jamuran dong,hehe.

Berbicara soal wajah. Nggak sedikit wanita sudah pasti mendambakannya, termasuk yang nulis en yang lagi baca. Wajah nggak akan jauh-jauh dengan yang namanya bedak, facial, masker, dan kawan-kawannya.

Ini nih, saya punya rekomendasi bedak dingin yang oke banget namanya Bedak Saripohatji. Tapi sebelum berbicara tentang bedak ini, saya mau cerita saat dulu waktu SMA. Saat SMA, wajah saya dipenuhi dengan bintang kejora. maklum rutinitas sebagai Girl Scouts yang tomboy dan nggak peduli dengan alam adam sekitar membuat wajah saya menjadi sedikit bernoda dengan bintang-bintang (red: jerawat). Mbayanginnya jangan berlebihan ya, nggak banyak banget kok cuma ada segitu aja kok. Ngeles, hehe.


Akhirnya saya pun dapat saran pinjeman (duh nggak banget ya, nggak modal), bukan nggak modal tapi memang bin…